Membaca Blog Jonathan Schwartz, di sini, ada berita bahwa Sun Microsystem akan melakukan resutrukturisasi yang berdampak pada pengurangan 2500 jobs!

We also announced a restructuring plan, through which we’ll be making targeted reductions in operating expenses. The net result will be the elimination of up to 2,500 jobs.

2500 jobs!

bukan angka yang sedikit.

Kasihan juga yang kerja di Sun Microsystem.

Setelah postingan saya kemarin tentang kepenatan dalam kerja, saya memang sudah niat untuk membaca buku Bertrand Russell - The Analysis of Mind.

Om Bertrand lagi ngudud

Belum banyak saya membaca, tapi sudah nemu beberapa hal yang menggelitik. Semisal:

1. “…and that there is no enemy to thinking so deadly as a false simplicity.”

Kalimat yang saya sudah dengar dari dulu, dan saya setuju. Saya dengar dari teman saya. Eh… ternyata aslinya dari Om Bertrand. Tapi nggak tau juga kalau itu memang kalimat umum di kalangan jenius filsafat.

2. On the other hand, in seeing or hearing it would be less misleading
to say that you have object without content, since what you see or hear
is actually part of the physical world, though not matter in the sense
of physics.

Pada bagian ini Om Bertrand menjelaskan persepsi beliau tentang pikiran manusia. Tadinya beliau menjelaskan tentang prosedur berpikir ala Meinong. Menurut Meinong, berpikir itu terbagi menjadi 3:

1. Aktivitas Berpikir

2. Isi dari pikiran. Misal, “Saya berpikir tentang matematika”.

3. Object yang dipikirkan. Misal, Calculus.

Tetapi kemudian Om bertrand tidak setuju dengan persepsi 3 bagian berfikir ala Meinong, dan membangun argumen nya sendiri.

Quate yang diatas adalah apa yang terjadi ketika kita mendengar atau melihat.

Menurut Bertrand Russel, yang ada hanyalah Objek dan pikiran saja. Tidak ada content (isi) dari pikiran tersebut. Dan ini cukup membingungkan saya.

Memang betul, kita manusia merespon objek di sekeliling dengan cara misalnya melihat ataupun mendengar itu. Tapi, apa memang langsung melompat ke pikiran begitu? Apa memang benar-benar tidak ada content nya?

Saya masih sampai di bab-bab awal. Nanti kalau sudah ketemu jawabannya akan saya paparkan lagi.

Dan satu lagi, masih lebih enak baca buku kertas daripada baca buku pake laptop. Sayangnya, buku kertas mahal betul. Bertrand Russell - The Analysis of Mind harganya sekita US$33 di Singapore Kinokuniya Book Store. Woiks!

Ternyata memaafkan diri sendiri itu sulit.

Rasa bersalah ketika hari ini nggak ada progress yang berarti di kerjaan ternyata menimbulkan stress yang sebenernya belum sampai berkepanjangan.

Mungkin harusnya ada cukup waktu untuk santai sejenak, melakukan hal-hal yang menyenangkan, dan melupakan kepenatan pekerjaan.

Dan sebenarnya itu penting supaya nantinya tubuh, otak, dan mental sanggup bekerja lagi dengan fresh. Daripada dipaksa terus performance juga parah.

Tapi entah kenapa, otak ini nggak bisa lepas dari requirement yang belum selesai itu…

Membaca Bertrand Russell - The Analysis of Mind akhirnya cukup menghibur.

Besok Sabtu, baca buku ini saja sampai puas!

Bertrand Russell memang jenius.

Pemerintah Singapore kayaknya sedang bingung.

Mereka khawatir dengan sedikitnya jumlah pemuda/pemudi yang berpacaran di negeri itu. Bahkan, diberitakan bahwa pemerintah Singapore mengadakan kampanye untuk mendorong pemuda/pemudi berpacaran.

Hal ini diberitakan oleh International Herald Tribunes.

Saya rasa kok cukup aneh ya. Padahal di Singapore saya lihat cukup banyak juga yang berpacaran. Bahkan di sini (Singapore), orang-orang yang berpacaran itu bisa bebas peluk, cium, bahkan cium bibir di tempat umum. Seperti di kereta bawah tanah (MRT).

Apa mungkin hubungan mereka cuma sebatas itu? Pacaran, peluk, cium, kemudian putus dalam waktu singkat? Nggak tau juga. Belum melakukan penelitian tentang hal ini.

Diberitakan juga, bahwa pemerintah Singapore menyayangkan atas minimalnya jumlah orang berpendidikan tinggi yang menikah. Padahal diharapkan dari pasangan berpendidikan tinggi itu dihasilkan anak-anak yang relatif lebih terdidik.

Nah! Mau pacaran? Datang aja ke Singapore!

Bagi Anda yang mencintai dunia telematika (meminjam istilah beken Roy Suryo), tentunya Anda merasakan adanya perbedaan yang cukup terasa antara Developer dan Hacker.

Saya sendiri, meskipun belum pernah sempet menjadi hacker unggulan, tapi paling nggak pernah nyemplung di dunia hacking dan oprek-oprek.

Tapi sekarang, saya harus lebih menjadi developer daripada hacker, apalagi kalau bukan karena urusan perut kerjaan.

Coba disimak, kalau salah tolong dikoreksi.

Perbedaan Developer dan Hacker versi 0.001

Developer:

1. Source-code ku adalah gajiku.

2. Deadline nomor satu.

3. Fokus ke kerjaan, support (koneksi, IDE, hardware) seharusnya tanggung jawab orang lain.

4. Deliver program se-sesuai mungkin dengan requirement.

5. Experience tidak bisa dicuri.

6. Apapun OS nya, yang penting aku bisa coding. Kerjaan beres.

Hacker:

1. Source-code ku adalah bentuk nyata dari perasaan seni ku yang meluap-luap.

2. Ke-Elitan gaya coding ku nomor satu.

3. Mesin ku adalah nyawaku. Semua yang berhubungan dengannya harus aku ketahui dari A-Z.

4. Deliver program se-sesuai mungkin dengan kreatifitas, mood, dan imajinasiku.

5. Nggak ada batas untuk kemampuan otak manusia.

6. Memakai OS yang source-code nya nggak open (closed-source) adalah pantangan.

Sementara itu dulu. Kalau nanti ada tambahan ya saya tambahkan lagi. Kalau Anda ingin menambahkan, tulis saja di komentar.

Artikel yang mirip di internet (tapi yang ini murni dari saya sendiri lho..):

Artikel 1

Artikel 2


baca berita di lintas berita

Sebulan yang lalu mulai tanggal 18 Maret 2008 sampai 17 April 2008 saya berada di Singapore atas perintah perusahaan untuk ditempatkan di sebuah SAP-Implementation Project.

Hal yang paling menyenangkan adalah, di dekat kantor ada toko buku Kinokuniya yang mengambil tempat full 1 lantai Takashimaya Building. Bayangkan! Full 1 lantai! Besar banget!

Ini adalah bagian depan Takashimaya Building:

Takashimaya Mark

Dan ini bagian dalam nya:

Toko buku Kinokuniya nya kayak gimana? Sayang sekali, begitu masuk ke toko buku, saya dah lupa jepret-jepretan.

Munkin lain kali.

Siapa sih blogger yang nggak kenal Google Adsense sekarang ini, juga program-program affiliate?

Booming dunia Ad-Network melanda internet mungkin sejak 4 tahun yang lalu. Saya sendiri baru tahu hal gituan 2 tahun yang lalu.

Ad-Network menawarkan iklan yang tersebar (distributed advertisement) di seluruh penjuru internet. Anda cukup mengiklan di satu Ad-Network (misal Google AdSense), dan iklan Anda bisa dilihat jutaan orang. Cukup menjanjikan.

Di sisi lain, para blogger mendapatkan keuntungan beberapa dollar per bulan hanya dengan memasang iklan kecil di blog mereka.

Konsep yang bagus, dan implementasi yang luar biasa.

Namun, sekarang ini buanyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang Ad-Networks. Di Amerika saja ada lebih dari 300 perusahaan Ad-Networks. Bayangkan! 300 perusahaan itu sudah terlalu banyak, ini lebih!

Karena perusahaan yang begitu banyak, akhirnya muncullah persaingan yang luar biasa ketat. Dan menurut The Wall Street Journal Asia terbitan 17 April, perusahaan-perusahaan Ad-Network akan mulai berguguran. Hanya yang besar dan solid yang akan bertahan.

Dari daftar Ad-Networks tulisan saya sebelumnya, kemungkinan besar semua yang terdaftar disitu masih akan bertahan sampai paling tidak akhir tahun ini. Dan akan terus berkurang hingga hanya yang benar-benar luar biasa yang akan bertahan.

Persaingan yang gila.

Resesi yang melanda Amerika Serikat gara-gara permasalahan mortgage nya cukup berdampak besar ke seluruh dunia.

The Wall Street Journal Asia memberitakan bahwa permintaan atas RAM (Random Access Memory) Module akan berkurang tahun ini.

Jika dipikir dengan logika ekonomi demand vs offers, maka seharusnya harga RAM akan turun untuk tahun ini. Tapi belum tentu begitu. Karena harga produk teknologi tinggi utamanya komputer tidak hanya mengikuti demand vs offer.

Harga produk teknologi tinggi biasanya turun karena telah dibuat versi yang lebih baru, lebih canggih.

Dalam kasus berkurangnya permintaan atas RAM, maka ada kemungkinan perusahaan pembuat RAM sudah tahu akan hal ini, sehingga mereka memotong anggaran R&D, yang mengakibatkan tidak munculnya RAM-RAM baru dalam waktu singkat di masa depan. Oleh karena itu, harga RAM akan cenderung stabil, tidak turun.

Bagaimanakah perusahaan RAM bertindak atas hal ini?

Kita tunggu saja berita selanjutnya.

Dulunya saya pikir Google AdSense adalah Advertisement Network nomor satu di dunia. Mengalahkan Yahoo. Ternyata salah.

Menurut The Wallstreet Journal Asia terbitan 17 April yang lalu, urutan peringkat Advertisement Network berdasar jumlah unique visitor pada bulan Maret 2008 adalah sebagai berikut.

1. Platform A: 170.5 juta unique visitor.

2. Yahoo Network: 160.3 juta

3. Google Ad Network: 152.0 juta

4. Specific Media: 145.6 juta

5. ValueClick Networks: 140.1 juta

6. Tribal Fusion: 135.6 juta

7. Casale Media Network: 129.4 juta

8. DRIVEpm: 124.3 juta

9. Adconion Media Group: 117.5 juta

Terlihat bahwa Google ternyata ada di peringkat nomor 3, masih dibawah Yahoo.

Platform A sendiri saya nggak pernah denger, dan hasil googling nggak menaruh situs Platform A di urutan teratas tapi malah AOL (America Online). Nampaknya Platform A ini anak perusahaan AOL.

Yahoo ada di nomor 3. Mungkin memang populer banget di US dan Eropa. Sementara di Indonesia Yahoo jarang banget kedengeran. Join nya gimana aja para blogger nggak pernah bahas. Atau memang nggak disebar kayak Google AdSense gitu?

Nggak tau deh. Saya nggak begitu ngikutin dunia “cari uang dari internet”. Saya ngerasa kurang berbakat disitu. Tapi berita-beritanya ngikutin juga. Lha?

Dunia open source memang uasik betul. Source code terbuka, software gratis, komunitas, dll.

Sudah satu tahun lebih saya uplek-uplek di dunia open source, terutama JAVA dan Linux.

Tapi sekarang…

Saya sudah jadi ABAP Programmer. ABAP adalah bagian dari SAP Netweaver Technology, yang mana nggak open source.

Sekarang juga harus pake Windows®. Karena GUI untuk SAP GUI JAVA nggak bisa dipake untuk login ke server.

Hiks…

Bubye open source… bubye Linux, dkk.

Note:
Masih pake Linux, masih mrogram JAVA. Tapi kayaknya ilmunya nggak akan begiti berkembang karena bukan project utama.