Bagi Anda yang mencintai dunia telematika (meminjam istilah beken Roy Suryo), tentunya Anda merasakan adanya perbedaan yang cukup terasa antara Developer dan Hacker.
Saya sendiri, meskipun belum pernah sempet menjadi hacker unggulan, tapi paling nggak pernah nyemplung di dunia hacking dan oprek-oprek.
Tapi sekarang, saya harus lebih menjadi developer daripada hacker, apalagi kalau bukan karena urusan perut kerjaan.
Coba disimak, kalau salah tolong dikoreksi.
Perbedaan Developer dan Hacker versi 0.001
Developer:
1. Source-code ku adalah gajiku.
2. Deadline nomor satu.
3. Fokus ke kerjaan, support (koneksi, IDE, hardware) seharusnya tanggung jawab orang lain.
4. Deliver program se-sesuai mungkin dengan requirement.
5. Experience tidak bisa dicuri.
6. Apapun OS nya, yang penting aku bisa coding. Kerjaan beres.
Hacker:
1. Source-code ku adalah bentuk nyata dari perasaan seni ku yang meluap-luap.
2. Ke-Elitan gaya coding ku nomor satu.
3. Mesin ku adalah nyawaku. Semua yang berhubungan dengannya harus aku ketahui dari A-Z.
4. Deliver program se-sesuai mungkin dengan kreatifitas, mood, dan imajinasiku.
5. Nggak ada batas untuk kemampuan otak manusia.
6. Memakai OS yang source-code nya nggak open (closed-source) adalah pantangan.
Sementara itu dulu. Kalau nanti ada tambahan ya saya tambahkan lagi. Kalau Anda ingin menambahkan, tulis saja di komentar.
Artikel yang mirip di internet (tapi yang ini murni dari saya sendiri lho..):
Artikel 1
Artikel 2

Komentar Terakhir