Salah Kaprah Website Perusahaan
Pak Nukman, pemilik virtual.co.id menuliskan bahwa ada salah seorang tamu beliau yang kalah tender gara-gara website di sini.
Pak Nukman tidak memberitahukan apa jenis atau bidang usaha perusahaan tersebut, dan bagaimana proses tendernya. Beliau hanya menyatakan bahwa tamu tersebut gagal tender gara-gara tim penilai tender tidak bisa membuka website tamu tersebut.
Dan Pak Nukman menambahkan kesimpulan bahwa karena website nya tidak bisa diakses, maka diberi nilai 0 pada bagian administrasi oleh tim penilai tender, yang pada akhirnya menurunkan nilai total perusahaan.
Memang, website sangat perlu dan sangat ampuh untuk pemasaran. Sebuah website yang bagus dan menarik bisa memikat hati pengunjung, dan menaikkan kredibilitas perusahaan tersebut dimata pengunjung, meskipun dengan rate yang berbeda case-by-case.
Tapi, ketika sebuah tender kalah gara-gara website, maka ini adalah hal yang aneh. Sangat aneh menurut saya bahkan. Kalau memang tim penilai tender ingin melihat history dari perusahaan tersebut, mengapa tidak telpon saja ke pemilik perusahaan atau PR nya dan meminta Company-Portfolio untuk dikirim? Bahkan saya rasa ketika mengikuti sebuah tender, maka perusahaan seharusnya sudah melampirkan semua dokumen terbaiknya dalam bentuk hard-copy ke tim penilai tender.
Saya menilai sebenarnya perusahaan tamu Pak Nukman memang kalah dengan perusahaan lain sesama anggota tender dari banyak sisi. Jadi, “Seminggu lalu saya gagal tender gara-gara website perusahaan saya mati, tidak bisa diakses oleh tim penilai tender,” hanyalah satu alasan mengapa perusahaan tersebut.
Perusahaan bagus akan tetap bagus meskipun website-nya down, dan perusahaan yang tidak bagus tidak akan menjadi bagus meskipun website nya luar biasa indah.
Salam.